Untuk kedua kalinya, Pengurus Pusat Hapkido Indonesia (PPHI) yang berkedudukan di Yogyakarta, menyelenggarakan Kejuaraan Nasional Hapkido Indonesia, yang diikuti oleh 22 provinsi, dengan      peserta, yang akan berlaga dalam 5 nomor kategori. Adapun kategori tersebut adalah Daeryun (bertarung), Hoshinsul (Peragaan teknik beladiri), Hyung (jurus), Nakbeop (teknik jatuhan/lompatan), dan Mugisul (teknik senjata).

Kejuaraan Nasional yang direncakan akan dibuka oleh KONI Pusat ini, bertujuan sebagai evaluasi pengembangan kuantitas dan kualitas, serta prestasi seluruh daerah di Indonesia, selain untuk terus membangun kebersamaan secara nasional, serta mencari calon-calon atlet berbakat, yang akan turun dalam kejuaraan jenjang lebih tinggi. Hal ini mengingat Hapkido Indonesia akan mengikuti Kejuaraan Hapkido se-Asia Tenggara di Singapura tanggal 2-3 Maret 2018, serta Kejuaraan Dunia Hapkido WHMAF di Seoul, Korea Selatan pada akhir Juli 2018.

Hapkido adalah salah satu seni bela diri yang berkembang dengan sangat cepat di Indonesia, sejak dideklarasikan pada tahun 2104, dimana saat ini sudah berkembang di 26 provinsi di seluruh Indonesia. Untuk itulah berbagai rangkaian kegiatan kejuaraan yang diselenggarakan secara kontinyu ini menjadi persyaratan penting bagi Hapkido Indonesia untuk mendaftarkan menjadi anggota KONI Pusat. Dalam kejuaraan ini beberapa perwakilan Hapkido dari Negara tetangga Malaysia dan Singapura hadir sebagai wasit dan tamu dari WHMAF Korea, turut membangun kerjasama kedepan bagi perkembangan Hapkido di negara ASEAN.

Hapkido sebagai salah satu seni bela diri Korea, akhir-akhir ini banyak diminati kaum perkotaan, terutama bagi remaja dan orang dewasa. Hal ini disebabkan karena materinya yang sangat kental dengan teknik-teknik beladiri praktisnya, dan sifatnya yang”hybrid”, yaitu memadukan teknik bela diri praktis dengan olahraga beladiri. Selain dilatih teknik lunak (kuncian, bantingan), masyarakat juga dilatih teknik keras (tendangan, pukulan). Masih pula dilengkapi dengan mempelajari berbagai teknik permainan senjata. Sehingga masyarakat akan mendapatkan beberapa manfaat sekaligus.  

Ketua Umum Hapkido Indonesia Periode 2014-2018, GBPH Prabukusumo, S.Psi juga menyampaikan bahwa pada kesempatan ini, juga dilaksanakan serangkaian kegiatan lain, yaitu Rapat Koordinasi Nasional, Seminar Perwasitan dan Kepelatihan Hapkido Tingkat Nasional, dan Ujian Kenaikan Tingkat DAN International, yang diikuti oleh 69 Pelatih dan Asisten Pelatih dari 24 provinsi.

Pada kesempatan ini, Pendiri Hapkido Indonesia, Master V. Yoyok Suryadi menyampaikan pesan bahwa “Semua hasil kerja keras bersama ini harus terus ditingkatkan sampai Hapkido Indonesia mampu menjadi olahraga seni beladiri yang makin digemari seluruh masyarakat, dan pada akhirnya mampu membawa harum nama Indonesia di kancah internasional”.

Ketua Panitia yang dijabat oleh Sekretariat Umum PPHI Sabeum Yopie Wirawan Adibrata menyampaikan kesiapannya dalam menyambut seluruh peserta, serta siap melaksanakan rangkaian kegiatan kejuaraan nasional ini semaksimal mungkin dalam melayani peserta, sehingga semua kegiatan dapat berjalan lancar dan sukses.

 

 

Pada Penutupan Kejuaran Nasional Hapkido Kedua Di Yogyakarta secara resmi ditutup oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Hapkido Indonesia (PPHI), GBPH Prabukusmo, S.Psi.
Dalam kesempatan tersebut disampaikan tentang hasil kejuaraan, dengan hasil perolehan medali sebagai berikut :

 

 

SELURUH PEROLEHAN MEDALI SELURUHNYA
NO TIM PEROLEHAN MEDALI
EMAS PERAK PERUNGGU
1 DIY 15 6 11
2 KEPULAUAN RIAU 13 9 13
3 LAMPUNG 6 12 11
4 KALIMANTAN BARAT 4 1  
5 BANTEN 3 4 2
6 DKI JAKARTA 3 1 2
7 SUMATERA UTARA 2    
8 JAWA TENGAH 2 6 4
9 SULAWESI UTARA 2 1  
10 ACEH 1   3
11 KALIMANTAN TIMUR 1 3 4
12 MALUKU UTARA 1 1 4
13 RIAU   1 2
14 BENGKULU   1  
15 NTB     1
16 BALI     2
17 SULAWESI SELATAN   2 3
18 SULAWESI TENGAH     1
19 JAWA TIMUR   4 4
20 PAPUA   1  
21 KALIMANTAN SELATAN     1
22 JAWA BARAT      
    53 53 68

Hasil perolehan medali sejumlah daerah meningkat pesat bahkan beberapa daerah yang relative baru mengembangkan Hapkido Indonesia, mampu memperoleh medali yang cukup menggembirakan.


Selain itu terpilih untuk Best Player untuk Kategori Daeryun


Good Fighting Spirit Prize : NYOMAN HANDY (LAMPUNG)
Good Fighting Spirit Prize : NOVIA VICTORIA (KEPULAUAN RIAU)
Good Performance Spirit Prize : LAKESHIA ERLINO KUSWOYO (DKI JAKARTA)
Good Performance Spirit Prize : HAJJAN MABRURON - ANINDYA ASPRATI (DIY)
Active Participation Prize : MALUKU UTARA
Best Referee : Juli Prastomo
Best Coach : Yustin Lawrensia Larona Laroni


Pada penutupan kejuaraan kali ini, dimeriahkan kejutan dengan kehadiran beberapa artis pemain film laga, seperti Tio Pakusadewo dan Yoshi Sudarso bintang film Amerika keturunan Indonesia yang berperan sebagai Blue Power Ranger maupun Dony Alamsyah yang sempat memperagakan kebolehannya , sehingga membuat meriah acara penutupan kejuaraan Hapkido kali ini, yang mendapat sambutan luar biasa dari seluruh penonton.
Bahkan Yoshi Sudarso menyempatkan mengikuti latihan Hapkido bersama 69 Pelatih Sabuk Hitam dari seluruh Indonesia yang sedang mengikuti Seminar pelatih Tingkat Nasional di Hapkido Training Center dan Kaliurang selama 3 hari ( 28 – 30 Agustus 2017 )
Perkembangan Hapkido Indonesia yang sedemikian pesat ini, diharapkan kedepan dapat makin diterima seluruh lapisan masyarakat dan mampu membawa nama harum bagi Indonesia di kancah Internasional, dimana saat ini hapkido Indonesia akan segera mempersiapkan diri mengikuti Kejuaraan hapkido seluruh Asia Tenggara di Singapore pada bulan Maret 2018 .