SHORTCOURSE HAPKIDO INDONESIA 2016,
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
UJIAN KENAIKAN TINGKAT SABUK HITAM HAPKIDO INDONESIA 2016

18 – 20 NOVEMBER 2016 , JOGJAKARTA TAEKWONDO CENTER dan VILLA EDEN II KALIURANG

Hapkido Indonesia kembali melaksanakan Shortcourse untuk para calon Leader yang kesekian kalinya dimana pada saat ini Pengurus Pusat Hapkido Indonesia ( PPHI ) yang mulai menfokuskan pada wilayah Pulau Jawa Bali, setelah lebih dari setahun dalam pengembangan Olahraga Seni Beladiri dari Korea ini justru melakukan pengembangan terlebih dahulu ke wilayah di luar Jawa.
Saat ini Hapkido Indonesia telah menyebar dengan cepat di 25 provinsi di Indonesia dalam 2 tahun terakhir sejak di deklarasikan pada 10 Oktober 2014 di Yogyakarta.

Kali ini Pengurus Daerah Hapkido Indonesia DI Yogyakarta, melaksanakan Shortcourse selama 3 hari, dan diikuti 27 calon leader dari DIY dan 7 Utusan Pengurus Daerah lain , yaitu Aceh, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah, Maluku Utara, yang pada kesempatan ini di hadiri oleh Bapak Johnny Hendarta calon Ketua Pengda provinsi DIY yang akan dilantik nanti pada tanggal 26 November 2016 di Hotel Horison Ultima RISS bersamaan dgn kegiatan Ujian Kenaikan Tingkat Geup Hapkido wilayah DIY.


Shortcourse ini adalah bertujuan menjaring para peminat terutama bagi yang mempunyai latar belakang beladiri pada sebelumnya , namun berniat mengembangkan Hapkido Indonesia di daerah daerah, walaupun diseluruh Jawa Bali telah berkembang dengan baik, namun pada saat ini sudah tidak bisa memenuhi permintaan akan para kebutuhan pelatih di berbagai kota di masing masing provinsi tersebut.

Pada Shortcourse di Yogyakarta kali ini memang terasa istimewa karena dilaksanakan bersamaan dgn Pelaksanaan Ujjian DAN Hapkido Indonesia WHMAF pada tahun 2016 yang meluluskan peserta Ujian DAN I sebanyak 11 orang serta DAN II sebanyak 2 orang.
Sertifikasi Sabuk Hitam Hapkido Internasional diterbitkan oleh World Hapkido Martial Arts Federation ( WHMAF ) sebagai organisasi afiliasi Hapkido Indonesia, dan diuji langsung oleh Master V. Yoyok Suryadi sebagai Pendiri Hapkido Indonesia sekaligus Technical Director / Direktur Teknik PPHI ( Pengurus Pusat Hapkido Indonesia ).
Diharapkan dengan Shortcourse ini akan memberikan pembekalan teknik Hapkido lebih mantap dan maksimal bagi para peserta dan diharapkan pula dalam setahun kedepan akan mendapatkan tambahan Pelatih Pelatih baru yang siap mengembangkan Hapkido Indonesia lebih luas lagi, selain itu Yogyakarta untuk kedua kalinya akan menjadi tuan rumah dan menghadapi Kejurnas Hapkido Indonesia II yang akan digelar pada 12 – 13 Agustus 2017di Yogyakarta.
Bahkan sebelumnya Hapkido Indonesia sendiri akan berpartisipasi dalam Kejuaran Dunia Hapkido WHMAF di Adelaide , Australia pada tanggal 6 – 9 Juli 2017, yang berarti akan ada Pemudatan Latihan singkat atlet dari berbagai daerah di Yogyakarta.

Hapkido sebagai seni beladiri, pada saat beberapa tahun ini telah mulai dipertandingkan di seluruh dunia , dengan mempertandingkan 6 nomor kategori yaitu Daeryun ( pertarungan ) , Hyung ( Jurus ) , Hoshinsul ( Peragaan teknik beladiri praktis), Nakbop ( Teknik jatuhan dengan loncatan ) , Kyukpa ( Teknik Pemecahan benda keras ) dan Mugisul ( Teknik Permainan Senjata ).

Seni Beladiri Hapkido ini sangat menonjol dengan teknik lunaknya seperti kuncian, patahan, lemparan dan bantingan namun tetap terlihat perpaduan penggunaan teknik keras seperti tendangan , pukulan, siku dan lutut.

Dengan lengkap nya teknik Hapkido , maka menjadi pilihan bagi para peminatnya untuk mempelajari olahraga seni beladiri dari Korea ini, karena lebih terasa tepat bagi praktisi nya untuk pembelaan diri praktis, belum dengan mempelajari berbagai teknik pelumpuhan dan penggunaan senjata makin melengkapi seseorang yang ingin mempelajari olahraga seni beladiri ini.

“ Memang setelah Kejurnas Hapkido Indonesia pertama pada bulan agustus 2016 lalu , yang dibuka oleh KONI Pusat , kami mulai menfokuskan pengembangan di Jawa dan Bali lebih intensif mulai awal tahun 2017, untuk mengimbangi pengembangan di berbagai provinsi diluar Jawa Bali yang sudah demikian pesat, tampaknya strategi pengembangan yang kita rencanakan dari sejak awal deklarasi kami dua tahun lalu membuahkan hasil yang bagus dan sesuai harapan “ Ujar Wakil Sekjen PPHI , Sabum Yopie Wirawan Adibrata.

Selanjutnya Sabum Yopie yang juga pelatih Hapkido Indonesia untuk wilayah DKI Jakarta ini juga menyampaikan pesan harapan Ketua Umum PPHI, GBPH Prabukusumo, S.Psi yaitu , Olahraga Hapkido ini dapat berkembang dengan baik bagi semua kalangan dan nantinya mampu menjadi salah satu olahraga prestasi andalan bagi Indonesia .