PP HI Gelar Diklat Wasit Nasional Demi Sukses PON

Pengurus Pusat (PP) Hapkido Indonesia (HI) kembali menggelar kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat) wasit level nasional ke-8 khusus nomor seni (hoshinsul dan hyung) di Grand Senyum Hotel, Kamis-Sabtu (27-29/10/2022). Kegiatan yang diikuti perwakilan wasit dari 12 daerah di Indonesia ini salah satunya ditujukan untuk persiapan ajang Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun depan dan PON tahun 2024.

Founder Hapkido di Indonesia, Master V Yoyok Suryadi kepada Krjogja.com di sela-sela kegiatan, Kamis (27/10/2022) mengatakan, demi untuk terus melakukan update pengetahuan akan aturan-aturan pertandingan, pihaknya menggelar Diklat ini selama tiga hari di DIY. "Harapannya, dengan adanya diklat ini, pengetahuan akan aturan para wasit di Indonesia bisa terus terjaga dan semakin baik kedepannya," ujarnya.

Pasalnya, untuk tahun 2023 mendatang, hapkido sebagai cabang olahraga (cabor) yang secara definitif akan mulai ditandingkan secara resmi di PON, sudah mulai akan menggelar ajang Pra PON. Apalagi, di tahun 2023 mendatang, KONI Pusat akan menggelar ajang Indonesia Martial Games yang pertama di Solo pada bulan Juni.

Sesuai dengan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI Pusat beberapa waktu lalu, Indonesia Martial Games tersebut nantinya akan menjadi ajang Pra PON bagi sejumlah cabor beladiri yang ditandingkan di PON. "Dan hapkido akan memilih menggunakan ajang tersebut sebagai Pra PON. Karena pelaksanaannya bulan Juni tahun depan, maka persiapan sudah harus kami lakukan sejak saat ini. Ini saja sudah tergolong sangat mepet," paparnya.

Karena dalam Diklat ini, PP HI hanya mengkhususkan untuk nomor seni, Yoyok mengaku, hal tersebut ditujukan agar dalam Pra PON dan PON mendatang penilaiannya semakin obyektif. "Penilaian nomor seni ini kan lebih pada subyektif, tapi dengan pelatihan ini kami akan coba tekan tingkat tersebut agar semua wasit nanti bisa lebih objektif dalam menilai di Pra PON dan PON mendatang," tegasnya.

Salah satu cara untuk mengurangi tingkat subjektivitas pada penilaian nomor seni adalah dengan memperbanyak jumlah wasit yang akan menilai. "Mulai di Pra PON, kami tidak akan gunakan 5 wasit, tapi kami tambah jadi 7 wasit untuk melakukan penilaian demi meningkatkan objektivitas. Untuk wasit dalam diklat ini, mereka juga akan kami uji untuk ikut menilai di ajang kejuaraan online Asia Tenggara tanggal 30 Oktober besok," paparnya.

Selain menambah jumlah wasit, untuk semakin meningkatkan kualitas penilaian di PON mendatang, rencananya seluruh wasit yang akan bertugas juga wajib mengikuti diklat lanjutan sebelum Pra PON dan sebelum PON. "Intinya kami ingin nanti wasit di PON adalah yang terbaik dari seluruh Indonesia. Bukan hanya sekedar merata dari semua daerah, tapi utamanya dari wakil semua daerah dengan kualitas terbaik," tegasnya.

Karena itulah, sekitar 50 wasit yang berasal dari 12 daerah di Indonesia selama tiga hari ini mengikuti semua materi teori dan praktek dalam diklat wasit level nasional ke-8 khusus nomor seni (hoshinsul dan hyung). "Untuk daerah yang ikut diklat ini ada dari, DIY, DKI Jakarta, Jateng, Jatim, Jabar, Lampung, NTB, Sulawesi Tenggara, Babel, Riau, Sumbar, dan Kaltim," tegasnya.

Sementara itu Wakil Ketua II KONI DIY, Ir Pramana yang hadir dalam kegiatan tersebut mendukung penuh kegiatan diklat ini. Pasalnya, wasit nantinya akan menjadi garda terdepan dalam penegakan aturan dan penilaian dalam sebuah sebuah pertandingan. "Karena peraturan itu bisa berubah mengikuti zaman, maka penyegaran sangat penting dan wajib untuk secara berkelanjutan dilaksanakan," tandasnya.(Hit)

Sumber : https://www.krjogja.com/olahraga/read/478599/pp-hi-gelar-diklat-wasit-nasional-demi-sukses-pon?utm_source=Mobile&utm_medium=whatsapp&utm_campaign=Share_Bottom