Untuk ketiga kalinya, Pengurus Pusat Hapkido Indonesia (PPHI), menyelenggarakan Kejuaraan Nasional Hapkido Indonesia, di hadiri perwakilan dari  27 provinsi dan 23 provinsi diantaranya mengirimkan atlet nya untuk bertanding, seluruh nya berjumlah 242 peserta dan didampingi 50 official,  akan berlaga dalam 5 nomor kategori. Adapun kategori tersebut adalah Daeryun (bertarung), Hoshinsul (Peragaan teknik beladiri Hapkido), Hyung (rangkaian jurus), Nakbop (teknik jatuhan/lompatan), dan Mugisul (teknik senjata).

Kejuaraan Nasional yang direncanakan dibuka oleh KONI Pusat ini, bertujuan sebagai evaluasi pengembangan kuantitas dan kualitas, serta prestasi seluruh daerah di Indonesia, selain untuk terus membangun kebersamaan secara nasional, serta mencari calon-calon atlet berbakat, yang akan turun dalam kejuaraan jenjang lebih tinggi.

Hapkido adalah salah satu seni bela diri Korea yang berkembang dengan sangat cepat di Indonesia, sejak resmi dideklarasikan pada tahun 2104, dimana saat ini sudah berkembang di 28 provinsi di seluruh Indonesia.

Untuk itulah berbagai rangkaian kegiatan kejuaraan yang diselenggarakan secara kontinyu baik yang bersifat open tournament maupun antara provinsi ini menjadi salah satu persyaratan penting bagi Hapkido Indonesia untuk mendaftarkan menjadi anggota KONI Pusat.

Dalam kejuaraan ini beberapa perwakilan Hapkido dari Negara tetangga Singapura, Malaysia, Vietnam dan Brunei hadir sebagai wasit maupun utusan dari WHMAF ( World Hapkido Martial Arts federation ) Korea, yang memantau perkembangan Hapkido di Indonesia , yaitu Master  Park Hyung Jun ( WHMAF Secretary General ) serta Kim Yo Woon ( WHMAF Daeryun Referee Director ) untuk membantu dan mendukung kerjasama kedepan bagi perkembangan Hapkido di negara ASEAN , dengan dilaksanakan nya Executive Council Meeting SEAHU ( South East Asia Hapkido Union ) Forum yang akan di dentuk menjadi Union di Jakarta.

 

Hapkido sebagai salah satu seni bela diri Korea, akhir-akhir ini banyak diminati kaum perkotaan, terutama bagi remaja dan orang dewasa. Hal ini disebabkan karena materinya yang sangat kental dengan teknik-teknik beladiri praktisnya, dan sifatnya yang”hybrid”, yaitu memadukan teknik bela diri praktis dengan seni olahraga beladiri. Selain dilatih teknik lunak (kuncian, bantingan), dalam Hapkido  juga dilatih teknik keras (tendangan, pukulan). Masih pula dilengkapi dengan mempelajari berbagai teknik permainan senjata. Sehingga masyarakat akan mendapatkan beberapa manfaat sekaligus.  

 

Ketua Umum Hapkido Indonesia GBPH Prabukusumo, S.Psi juga menyampaikan bahwa pada kesempatan ini, juga dilaksanakan kegiatan lain, yaitu dan Seminar / Diklat Perwasitan.

Pada kesempatan ini, Pendiri Hapkido Indonesia, Master V. Yoyok Suryadi menyampaikan bahwa “Semua hasil kerja keras bersama ini harus terus ditingkatkan sampai Hapkido Indonesia mampu menjadi olahraga seni beladiri yang makin digemari seluruh masyarakat, dan pada akhirnya mampu membawa harum nama Indonesia di kancah internasional”.

Seperti pada kejuaraan Hapkido tingkat Asia Tenggara di awal Maret 2018 Singapore yang menduduki juara umum maupun sukses di  Kejuaraan Dunia Hapkido WHMAF Juli 2018 yang baru lalu dan Indonesia menduduki Juara Umum 2 setelah Tuan Rumah Korea .

 

Ketua Panitia Sabeum Andi Hendro Utomo menyampaikan kesiapannya dalam menyambut seluruh peserta dan kontingen dan siap melaksanakan rangkaian kegiatan kejuaraan nasional yang prestisius ini semaksimal mungkin dalam melayani peserta, sehingga semua kegiatan dapat berjalan lancar dan sukses.

 

 

Berikut Hasil Perolehan Medali