HAPKIDO, seni bela diri yang dinamis dan eklektik dari Korea, diciptakan Grand Master Choi Yong Sul (1904–1986). Sebenarnya hapkido sudah lama berkembang di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Pada era 1970-an, hapkido kian dikenal berkat Bruce Lee. Lalu, pada era 1980-an ada Jackie dan Sammo Hung.

Teknik yang terdapat di hapkido cukup lengkap. Di antaranya, teknik kuncian ( joint locks), gulat ( grappling), tendangan ( kicks), pukulan ( punches), lemparan ( throwing), serta serangan sabetan dan tusukan ( striking). Penggunaan senjata tradisional seperti nunchaku, pedang, pisau, tali, serta tongkat panjang dan pendek juga diajarkan dalam hapkido.

Awalnya hapkido lebih banyak digunakan di kalangan militer dan kepolisian. Namun, sekarang hapkido mulai dikemas dengan lebih sistematis, simpel, dan menarik agar mudah dipelajari semua kalangan.

Untuk mewadahi para praktisi hapkido sekaligus memudahkan koordinasi dan membuat hapkido lebih dikenal di In donesia, organisasi Hapkido Indonesia didirikan. Hapkido Indonesia dipelopori Master Vincentius Yoyok Suryadi (Dan VII).

Salah satu program jangka menengah Hapkido Indonesia adalah mengadakan kompetisi hapkido tingkat nasional dan mengikuti berbagai event interna sional. Diharapkan pada masa mendatang hapkido menjadi olah raga kompetisi yang mampu mengangkat harkat dan martabat Indonesia di berbagai kejuaraan internasional.

World Hapkido Martial Arts Federation (WHMAF) Korea pun mendukung sepenuhnya rencana pengembangan di Indonesia. Untuk kali pertama secara resmi hapkido diperkenalkan di Indonesia melalui The 1st International Hapkido Martial Arts Seminar 2014, Indonesia, yang diadakan di Hotel @Hom Platinum, Jogjakarta, pada 23–25 Mei 2014.

Seminar tersebut mendapatkan respons yang sangat mengejutkan. Peserta datang dari 18 provinsi di Indonesia, mulai Sumatera Utara hingga Papua, sehingga tak semua peserta tertampung dan seminar terpaksa ditutup sebelum waktunya. WHMAF akhirnya memberikan kuota 150 peserta dengan beberapa peserta dari negara lain seperti Singapura, Malaysia, Philipina, Hongkong, dan Korea.

Jogjakarta dipilih sebagai lokasi penye- lenggaraan event akbar tersebut karena menjadi pusat pengembangan Hapkido Indonesia yang berafiliasi dengan WHMAF. Hapkindo Indonesia mendapat dukungan dari GBPH H Prabukusumo SPsi yang kini menjabat sebagai ketua Hapkido Indonesia yang pertama. Pendiri Hapkido Indonesia Vincentius Yoyok Suryadi pun berdomisili di Jogjakarta.

Minggu (19/4) lalu Ketua Umum Hapkido Indonesia GBPH Prabukusumo Spsi melantik pengurus Pengda Hapkido Indonesia Jawa Timur di Ballroom A Hotel Shangri-La, Surabaya. Hal tersebut dilakukan untuk memperlancar kegiatan organisasi.

Paulus Welly Afandy dan Justini Hudaja diangkat sebagai penasihat/pembina. Jabatan ketua umum dipercayakan kepada Ir Rudy Widjaja Kusuma MM, sedangkan ketua harian Donny Manuarva Amd Par. Novita Sari SKom bertindak sebagai sekretaris dan Maria Rosa Mistika Widjaja SE sebagai bendahara.

Bidang teknik diserahkan kepada Ferry Hadijaya SH, bidang organisasi Ivan Risvianto ST, serta bidang dana dan usaha Robin Hermanto. Huda Dawam Indana ST menduduki posisi di bidang humas, sedangkan di bidang umum ada Mulyo Hardono SH MHum dan Yahman SH MH.

Di Jawa Timur, Hapkido Indonesia membuka beberapa tempat latihan. Yaitu, Gedung Belle Ballet, Regency 21 Club House, dan Surabaya Martial Arts Center di Surabaya. Selain itu, terdapat beberapa tempat latihan dan Sidoarjo. (ran)

 

Sumber : http://www.pressreader.com/indonesia/jawa-pos/20150421/281681138414841/TextView