The 1st International Hapkido Martial Arts Seminar 2014, INDONESIA

Yogyakarta 23- 25 Mei 2014

 

Akhirnya Hapkido , sebuah olahraga seni bela diri Korea yang sebenarnya sudah lama berkembang di seluruh dunia , mulai berkembang pula di Indonesia secara terbuka seperti seni beladiri Korea lainnya yang lebih dahulu populer seperti Taekwondo.

Dengan berbagai perubahan dan arah trend seni beladiri sekarang ini, adalah timing dan pilihan yang sangat tepat jika Hapkido dipelajari dan dikembangkan di Indonesia menjadi suatu olah raga seni beladiri yang akan mampu memikat dan menarik, mengingat Hapkido adalah seni beladiri yang dinamis dan eklektik, serta mempunyai teknik yang cukup lengkap terutama dalam era maraknya olah raga seni  bela diri campuran ( Mixed Martial Arts ) akhir akhir ini. Teknik keras maupun teknik lunak dengan kuncian (joint locks) , gulat (grappling) dan berbagai teknik seni bela diri seperti tendangan (kicks) , pukulan (punches), lemparan (throwing) dan serangan sabetan dan tusukan ( striking). Di samping itu, dalam Hapkido juga dipelajari penggunaan senjata tradisional , termasuk , nunchaku, pedang , pisau, tali, tongkat panjang dan pendek maupun berbagai senjata lain.

Hapkido memang lebih dikenal dikalangan beladiri karena teknik kuncian , bantingan dan tendangan nya, dan seperti halnya beberapa beladiri lain mulai dikenal  muncul melalui film layar lebar, dimana pada era tahun 70an di era legenda Bruce Lee dengan Nunchaku nya, yang disayangkan beberapa Master seni beladiri ini seperti Jackie Chan dan Samo Hung yang berlatih dibawah Grand Master Jin Pal Kim, lebih dikenal sebagai aktor Kung Fu daripada Master Hapkido .

Hapkido memang lebih kental aroma teknik yang mengarah pada pembelaan diri praktis sehingga di dunia lebih banyak dipergunakan di kalangan militer dan kepolisian. Namun sekarang mulai dikemas dengan lebih sistematis dan simple serta menarik agar dapat mudah dipelajari oleh semua kalangan dari anak – anak hingga dewasa.

Hapkido diciptakan oleh Grand Master Choi Yong Sul ( 1904 – 1986 )ini, sesuai makna Hapkido artinya yaitu seni disiplin memadukan tenaga yang harmonis, menekankan teknik pertarungan yang memadukan teknik gerakan yang melingkar ( cilcular ) dan teknik gerakan yang lurus ( linier ) atau lebih dikenal memadukan teknik lunak dan teknik keras, sehingga lebih fleksibel dipelajari oleh siapa saja tak hanya laki – laki yang relatif yang berbadan lebih besar dan kuat namun kaum wanita dan anak – anak juga akan mampu memiliki ketrampilan yang efisien dan efektif untuk pembelaan diri.

Munculnya organisasi Hapkido Indonesia ini kan mewadahi para praktisi Hapkido, dalam mengembangkan dan menjadikan olah raga seni beladiri ini akan lebih dikenal dan terkoordinir dengan baik, karena memang dalam program jangka menengah nya akan dilakukan berbagai kompetisi Hapkido secara nasional dan mengikuti pula berbagai event international.

Hapkido Indonesia yang dipelopori oleh Master Vincentius Yoyok Suryadi ( DAN VII ) yang lebih dikenal sebagai seorang master Taekwondo daripada sebagai Master Hapkido ini, memang awalnya mengembangkan Hapkido sebagai alternatif dan wadah bagi ratusan anak murid Sabuk Hitam nya yang tertarik dan menginginkan belajar lebih banyak teknik seni beladiri praktis, terutama masih usia muda bahkan anak anak,  karena melengkapi teknik kompetisi pertandingan yang lebih terbatas, dimana pada usia anak anak dan muda mudah sekali bosan jika tidak ada sesuatu yang baru yang diberikan pada saat berlatih, walaupun nyata nyata bahwa pengulangan adalah inti dari keahlian.

Dengan dukungan dari beberapa murid senior nya seperti Sabum Don Bosco dan banyak senior lain dari berbagai daerah, maka niat mengembangkan Hapkido yang telah dipelajari sekian lama mendapatkan jalan ketika dari World Hapkido Martial Arts Federation ( WHMAF ) Korea mendukung sepenuhnya  rencana pengembangan Hapkido di Indonesia, sehingga untuk pertama kalinya, secara resmi Hapkido diperkenalkan secara terbuka di Indonesia melalui  The 1st International Hapkido Martial Arts Seminar 2014, INDONESIA, yang diadakan di Hotel @Hom Platinum,  Yogyakarta dari tanggal 23-25 Mei 2014.

Seminar ini tak disangka respon nya sangat mengejutkan, peserta datang dari 18 provinsi di Indonesia mulai Sumatera Utara hingga Papua, sehingga tak tertampung dan terpaksa ditutup sebelum waktunya sehingga dari WHMAF akhirnya memberikan kuota 150 peserta dengan beberapa peserta dari negara lain seperti Singapore, Malaysia, Philipina, Hongkong dan Korea sendiri.

Dalam Seminar kali ini selain merupakan Training Seminar untuk umum juga akan dilaksanakan Placement Test bagi 108 Sabuk Hitam yang telah berlatih sekian waktu lamanya, untuk mendapatkan lesensi membuka kelas Hapkido di berbagai daerah, yang dilakukan langsung oleh WHMAF dan dipimpin oleh Master Kim Jea Min ( DAN VII ) , Master Park Hyun Jun ( DAN V ) dan Master Hong Hyen Woo ( DAN V )  yang ditugaskan langsung oleh President Hapkido WHMAF dengan harapan seminar ini menjadi titik awal perkembangan olah raga seni beladiri Hapkido secara terbuka di Indonesia.

Yogyakarta sendiri, sebagai kota yang memiliki akar sejarah dan budaya yang kuat, mengambil peran sebagai kota yang pertama, serta menjadi pusat pengembangan Hapkido Indonesia. Hapkido Indonesia, yang berafiliasi dengan World Hapkido Martial Arts Federation, dengan kesediaan Bapak GBPH H Prabukusumo, S.Psi yang sangat menyukai dan peduli dengan perkembangan dunia olah raga, sebagai Ketua Hapkido Indonesia yang pertama dan kebetulan bersama Master V. Yoyok Suryadi sebagai Pendiri sama – sama berdomisili di Yogyakarta.

Selain Hapkido yang bertujuan membangun karater ( Character Building ) dan membekali kemampuan bela diri, di masa datang diharapkan Hapkido akan menjadi salah satu olah raga kompetisi yang mampu pula mengangkat harkat dan martabat Indonesia di berbagai kejuaraan international, dengan prestasi nya.